Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Karst Maros-Pangkep itu...

Pendataan Karst Partisipatif

Kemarau tahun ini dirasakan cukup berat bagi warga Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Hal ini karena beberapa mata air yang menjadi tumpuan dalam mencukupi kebutuhan air mulai mengering. Menurut informasi dari masyarakat setempat, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi penurunan debit air secara signifikan. Melihat fenomena ini, beberapa pemuda berinisiatif untuk melakukan gerakan pelestarian sumber air agar sumber-sumber air tersebut bisa memenuhi kebutuhan air di masa-masa yang akan datang.

Mata air Simaling yang debitnya dilaporkan menyusut.
Dusun Jonggrangan berada di kawasan Karst Menoreh, sehingga memiliki karakteristik hidrologi yang khas. Sehingga untuk melakukan kegiatan konservasi mata air ini perlu mempertimbangkan karakteristik khas karst tersebut. Sumber air umumnya berasal dari lorong-lorong bawah tanah yang mengalirkan air dari bukit-bukit karst di atasnya. Seperti mata air Simaling yang berupa lorong goa sempit pada batuan gamping. Mata air…

Matakecil, si flagship species

Si matakecil, laba-laba kebanggaan Menoreh.

Matakecil Project

Potensi aren Menoreh

Gula kristal aren Menoreh
Aren (Arenga sp.) adalah jenis tanaman dari kelompok palm-palman yang biasa tumbuh di hutan atau di sempadan sungai-sungai kecil. Di Menoreh, aren tumbuh subur di tempat-tempat sulit seperti di tepian jurang, atau di lembah-lembah yang curam. Tempat ini menjadi habitat ideal bagi aren karena aman dari gangguan manusia. Tanaman aren dianggap mengganggu saat tumbuh di lahan produktif, karena daunnya yang lebat bisa menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan oleh tanaman pertanian atau perkebunan milik masyarakat. Hingga kemudian para petani lebih memilih menebang pohon-pohon aren mereka.
Aren merupakan tanaman yang sering dijadikan simbol kemanfaatan, karena hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Daun dan sabutnya bisa dijadikan bahan atap bangunan, batangnya bisa dijadikan bahan makanan, buah kolang-kaling tentu tak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat kita karena sering terhidang sebagai campuran aneka minuman. Lalu para peta…

Merintis produksi kopi terbaik dari Jatimulyo

Bandar kopi, saya menyebut profesi baru saya. Ya, beberapa minggu terakhir saya bersama beberapa teman terbaik sering teramati keluar masuk kebun untuk berburu kopi terbaik dari Menoreh, khususnya di Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo. Target kami untuk saat ini tidak muluk-muluk, sekedar mendapatkan buah kopi segar yang dipetik langsung dari kebunnya, dan mengolahnya menjadi produk kopi siap saji dengan cara terbaik. Menoreh pada jaman dahulu terkenal dengan produksi kopinya yang bagus, namun kemudian tenggelam oleh komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan. Apakah kopi tidak lagi menguntungkan? Inilah yang hendak kami jawab. Hingga saat ini kami masih percaya bahwa kopi masih menjadi komoditas yang seksi. Kopi adalah salah satu komoditas terbesar di dunia. Jadi kenapa kita tidak ikut bermain dalam bisnisnya?
Meskipun keyakinan yang besar akan bisnis kopi yang menggiurkan, saya dan kawan-kawan tidak mau buru-buru meluncurkan produk yang kami hasilkan. Masih banyak yang harus …

Hutan misterius di dalam lembah terlarang

Pohon-pohon tinggi menjulang dengan gagah menyambut siapa saja yang memasuki kawasan hutan yang dianggap menyeramkan ini. Jenisnya nyaris seragam. Pepohonan khas lahan basah dengan akar-akar lutut itu tingginya mencapai 25 meter. Di bawahnya terbentang hamparan tumbuhan paku yang lebat. Sulit menembusnya. Apalagi harus menerobos lantai hutan yang terendam oleh air asin yang tingginya nyaris selutut. Beragam jenis lumut, paku, dan anggrek berhimpit-himpitan menghias pepohonan di atas muka air.
Sekarang kita berada di jantung Pulau Maratua. Ini adalah hamparan hutan rawa air asin yang berpagar tebing tinggi dan bukit2 di sekelilingnya. Tebing itu tingginya hampir seratusan meter, memanjang berkilo-kilo menjadi barier raksasa hutan di bawahnya. Di bawah tebing inilah terdapat danau-danau air asin, Danau Hajibuang dan Danau Tanabamban. Di antara dua danau ini terbentang hutan rawa yang ditakuti oleh masyarakat Maratua. Konon ada buaya di sini. Dan juga hantu. Orang-orang tak pernah datan…

Dari ubur-ubur hingga monyet maratua: mereka yang terlalu cantik untuk tidak dicinta

Rahasia kehidupan liar di Pulau Maratua telah memanggil para peneliti berdatangan dari berbagai penjuru. Pulau kecil yang jauh dari daratan memang menjanjikan temuan-temuan menarik bagi mereka yang kehausan akan ilmu pengetahuan. Ubur-ubur tak menyengat (stingless jellyfish) bisa mewakili keunikan biota bawah air. Hewan ini memang tidak bisa dijumpai di sembarang tempat, di dunia kita hanya bisa melihatnya di danau air asin Kep. Derawan ini, tepatnya di Pulau Maratua dan Kakaban; dan di Palau. Mereka menjadi tidak mengembangkan organ penyengat karena hidup di lingkungan tanpa pemangsa. Ya, di danau-danau sunyi yang terlindung rerimbunan itu, mereka hidup tanpa ancaman berarti. Hingga terkadang jumlah mereka begitu banyaknya, menyerupai karpet berwarna putih atau merah jambu. Di Maratua, stingless jellyfish, berenang meliuk-liuk seolah menari di antara sponge dan bulu babi yang bisa jadi juga khas pulau ini. Sponge yang lazim hidup di lautan lepas, di sini hidup menyaring …

Maratua Expedition: sebuah perjalanan mengesankan