Skip to main content

Potensi aren Menoreh

Gula kristal aren Menoreh

Aren (Arenga sp.) adalah jenis tanaman dari kelompok palm-palman yang biasa tumbuh di hutan atau di sempadan sungai-sungai kecil. Di Menoreh, aren tumbuh subur di tempat-tempat sulit seperti di tepian jurang, atau di lembah-lembah yang curam. Tempat ini menjadi habitat ideal bagi aren karena aman dari gangguan manusia. Tanaman aren dianggap mengganggu saat tumbuh di lahan produktif, karena daunnya yang lebat bisa menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan oleh tanaman pertanian atau perkebunan milik masyarakat. Hingga kemudian para petani lebih memilih menebang pohon-pohon aren mereka.

Aren merupakan tanaman yang sering dijadikan simbol kemanfaatan, karena hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Daun dan sabutnya bisa dijadikan bahan atap bangunan, batangnya bisa dijadikan bahan makanan, buah kolang-kaling tentu tak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat kita karena sering terhidang sebagai campuran aneka minuman. Lalu para petani juga menyadap nira aren untuk dibuat gula. Orang-orang biasa menyebutnya 'arenga palm sugar/ palm zuiker'.

Lalu mengapa orang-orang di Menoreh memilih menebang aren di kebun mereka? Apakah tanaman aren kini tidak lagi bermanfaat? Saya pikir permasalahannya hanya pada kemauan untuk menggali manfaat aren lebih dalam. Selanjutnya potensi besar tanaman aren di Kawasan Menoreh perlu digarap dengan serius. Gula aren misalnya, yang kini permintaan pasar kian meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan akan  bahan pemanis yang sehat. Sayangnya penyadap nira aren kian sedikit. Itupun didominasi generasi tua. Menyadap nira aren memang membutuhkan teknik yang lebih rumit ketimbang menyadap nira kelapa. Namun sebenarnya hasil dari produksi gula aren yang diperoleh akan jauh lebih besar dibanding gula kelapa. Menurut cerita masyarakat menyadap satu pohon aren untuk satu periode saja bisa seharga seekor kambing Peranakan Ettawa (jenis kambing yang banyak dibudidayakan di Menoreh). Perlu diketahui harga kambing jenis itu berkisar 2-3 juta untuk kualitas biasa.

Belum lagi hasil dari kolang-kaling dan sabut aren yang juga tak kalah menggiurkan. Manfaat ekonomis seperti di atas masih belum seberapa jika dibandingkan manfaat ekologis tanaman aren di ekosistem. Tanaman aren sangat baik bagi siklus hidrologi, karena sifatnya bisa menyimpan air dan kemudian mengalirkannya pelan-pelan. Artinya dalam skala populasi tertentu, tanaman jenis ini bisa menjaga pasokan air di suatu kawasan. Profil daunnya yang lebar juga berperan penting dalam meredam momentum air hujan, sehingga menjaga bunga tanah di bawahnya dari proses denudasi/pencucian tanah.

Saya pernah mewawancarai salah seorang penyadap aren, dan beliau menceritakan bahwa beberapa penyadap menggunakan mantera tertentu selama proses penyadapan. Saya tertarik pada aspek kearifan lokalnya, di mana dalam mantera tersebut terkandung penghargaan terhadap binatang musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Mengapa musang luwak? Binatang ini memang diyakini menjadi agen pemencar biji aren, menjadikan tanaman-tanaman muda yang baru. Tanaman yang tumbuh dari proses dispersal oleh musang luwak ini juga lebih bagus dibanding dari proses biasa. Menjadi ironi saat belakangan ini populasi binatang berjasa itu kian terdesak oleh perburuan. Akankah nasib aren di Menoreh akan berakhir pada kehancuran, ataukah potensinya akan kian tergali? Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Comments

Popular posts from this blog

Pulaunya kelulut

Tetrigona
Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona
Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh k…

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat