Skip to main content

Nikmatnya membangun sebuah taman

Hobi bertanam, khususnya tanaman hias, bagi saya bukan hal yang baru. Tetapi untuk lebih serius merawat koleksi tanaman, memang baru akhir-akhir ini. Kesadaran untuk menekuni hobi bertanam tersebut bermula dari ketertarikan terhadap khasiat berbagai tanaman tersebut. Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan informasi tentang khasiat berbagai tanaman dari seorang ahli herbal. Jadilah saya tertarik mengembangkan taman di depan rumah sebagai apotik hidup.

Sebenarnya beberapa koleksi tanaman yang saya miliki itu merupakan tanaman berkhasiat obat. Hanya saja saya belum menyadarinya. Saya mulai mengoleksi tanaman kemuning (Murraya paniculata) sejak bertahun-tahun yang lalu. Tetapi baru akhir-akhir ini saya tahu bahwa tanaman itu punya manfaat besar bagi kesehatan. Yang saya garis bawahi adalah khasiatnya dalam menjaga berat badan ideal :D. Kemudian tanaman sirsat, sebagai antikanker, juga baru saya ketahui baru-baru ini. Dengan mengoleksi tanaman-tanaman berkhasiat seperti itu, dan memanfaatkannya, ternyata membuat kita semakin terpacu untuk hidup sehat dengan mengandalkan bahan-bahan alami.

Selain tanaman berkhasiat, bunga-bunga juga perlu ditanam sebagai pelengkap taman. Saya menyukai bunga soka (Ixora spp.), dan memiliki beberapa koleksi. Bunga soka, dan bunga-bunga lainnya, selain indah juga berfungsi sebagai food plant (tanaman sumber pakan) bagi kupu-kupu. Ya, karena kupu-kupu mendatangi bunga kemudian menghisap cairan manis di dalamnya. Menyaksikan taman kecil kita menjadi feeding ground berbagai jenis kupu-kupu adalah kenikmatan tersendiri. Mungkin ini bisa jadi semacam sedekah untuk alam.

Comments

Popular posts from this blog

Pulaunya kelulut

Tetrigona
Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona
Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh k…

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat