Skip to main content

Mulai dari headlamp sampai Gua Mystery

Troglobion adalah biota khas gua yang hanya hidup di dalam gua. Sebuah lingkungan yang gelap, lembab, dan cenderung ekstrim. Kelas Arachnida adalah salah satu kelompok hewan yang menyumbang cukup banyak jenis troglobion. Hewan bertungkai delapan ini kerap menunjukkan ciri-ciri troglomorfisme (karakter morfologi khas gua) yang kuat, seperti reduksi mata dan pigmen, pemanjangan alat sensor dan alat gerak, dan modifikasi pada organ penghasil benang. Adaptasi yang terdapat pada jenis troglobion tidak hanya berlaku pada morfologi saja, tetapi juga dibarengi perubahan aspek fisiologis dan perilakunya.

Selain keunikan pada morfologi, fisiologi, dan perilakunya, beberapa arachnid troglobion ternyata memiliki nama-nama yang unik. Nama unik ini bisa pada nama latin, maupun nama umum/lokal. Berikut beberapa jenis yang menurut saya memiliki nama yang unik:

1. Apochthonius mysterius
(Pseudoscorpiones: Chthoniidae)
Jenis ini termasuk dalam kelompok kalajengking palsu (Bangsa Pseudoscorpiones). Nama A. mysterius mungkin bisa membuat orang bertanya-tanya, semisterius apa hewan tersebut? Ups, jangan salah, tidak ada yang aneh dengan pseudoscorpion yang satu ini. Nama 'mysterius' sebenarnya diadopsi dari nama sebuah gua di Minnesota. Gua Mystery adalah salah satu gua panjang di Amerika, di mana A. mysterius ditemukan di dalamnya. Tetapi kalau Anda bertanya mengapa gua itu dinamai Gua Mystery, maka saya jawab tidak tahu. Karena saya belum pernah ke sana dan bertanya kepada orang-orang di sana.

2. Adelocosa anops
(Araneae: Lycosidae)
Keunikan dari jenis ini terletak pada nama umumnya (common name), di mana jenis ini sering disebut 'no eyed -big eyed wolf spider'. Nama yang nampak saling bertentangan. 'Big eyed wolf spider' merujuk pada nama umum kelompok laba-laba yang termasuk Suku Lycosidae ini. Sementara nama 'no eyed' diberikan karena jenis ini mengalami reduksi ekstrim pada matanya, sampai hilang sama sekali. A. anops hidup di gua vulkanik di Pulau Kaua'i, Kep. Hawai. Jenis ini dimasukkan dalam daftar merah jenis terancam punah, IUCN sebagai jenis dengan kategori genting.

3. Sinopoda scurion
(Araneae: Sparassidae)
Keunikan jenis ini terletak pada nama penunjuk spesies 'scurion'. Nama laba-laba yang ditemukan di Laos itu diambil dari nama sebuah perusahaan produsen headlamp (lampu kepala) asal Swiss, Scurion. Produk headlamp ini cukup terkenal di kalangan penelusur gua. Itu karena ketangguhannya. Konon harganya juga lumayan menguras kantong.

4. Amauropelma matakecil
(Araneae: Ctenidae)
















Jenis yang satu ini adalah wakil dari negeri kita. Jenis ini memiliki mata yang telah jauh mereduksi dan hanya menyisakan bintik-bintik kecil. Karena itulah jenis ini kemudian dinamai 'matakecil' sebagai penunjuk spesies. Laba-laba ini hanya ditemukan di beberapa gua di kawasan karst kecil di Pegunungan Menoreh.

Itulah beberapa jenis arachnid troglobion yang menurut saya memiliki nama-nama yang unik.
(Dari berbagai sumber).

Comments

Popular posts from this blog

Pulaunya kelulut

Tetrigona
Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona
Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh k…

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat