Skip to main content

Kabar gembira untuk kita semua!
















Laba-laba yang diduga Amauropelma matakecil yang ditemukan di loccality baru (Foto: Sidiq Harjanto)
 
Kabar menyenangkan sore ini untuk kita semua. Laba-laba buta yang diduga jenis Amauropelma matakecil, ditemukan di satu gua di wilayah Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika jenis laba-laba yang ditemukan ini terkonfirmasi sebagai A. matakecil, maka akan menjadi catatan baru bagi sebaran jenis endemik Menoreh tersebut. Sebelumnya laba-laba matakecil ditemukan di 3 gua di wilayah Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo, Jawa Tengah.

Laba-laba buta tersebut ditemukan di sebuah gua dengan sistem yang relatif tertutup, tipikal habitat alaminya. Gua tersebut panjangnya diperkirakan mencapai 1 km, dan merupakan sistem sungai kecil. Dengan temuan baru ini, maka semakin membuktikan kekayaan alam karst di Menoreh terutama yang berada di wilayah Desa Jatimulyo. Di dalam gua tersebut juga dijumpai hewan-hewan khas gua lainnya, seperti isopod dan nocticolid.

Menjadi tantangan bagi kita semua untuk menjaga kelestarian biota khas gua di Menoreh. Hal utama yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah dengan memelihara habitat laba-laba tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah ke dalam gua, dan memelihara keaslian vegetasi di atas sistem-sistem gua. Bagaimanapun, biota khas gua adalah 'harta karun' yang sangat berharga.

Terima kasih untuk anggota tim eksplorasi gua: Kang Mur, Andri, Ari.

Comments

Popular posts from this blog

Pulaunya kelulut

Tetrigona
Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona
Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh k…

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat