Ekosistem bakau

Mangrove, sebuah ekosistem yang tersusun dari beraneka ragam jenis tanaman bakau, menarik untuk dipelajari. Ekosistem ini biasanya be...



Mangrove, sebuah ekosistem yang tersusun dari beraneka ragam jenis tanaman bakau, menarik untuk dipelajari. Ekosistem ini biasanya berkembang pada pantai pasang surut, laguna, estuari, maupun endapan lumpur lainnya. Ekosistem mangrove memiliki ciri-ciri yang spesifik dan unik. Ciri-ciri tersebut antara lain: tanahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang; terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat; airnya berkadar garam (salinitas) payau hingga asin.

Vegetasi bakau disusun oleh berbagai jenis tanaman yang spesifik. Tanaman bakau telah teradaptasi untuk dapat hidup pada habitat pasang-surut, dan memiliki salinitas tinggi. Ciri-ciri vegetasi bakau antara lain: memiliki jenis pohon yang relatif sedikit; memiliki akar tidak beraturan (pneumatofora); memiliki biji (propagul) yang dapat berkecambah di pohonnya, khususnya pada Rhizophora; dan memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon.

Menurut Arief (2001), hutan bakau atau mangrove memiliki beberapa fungsi yaitu:
-Fungsi fisik, misalnya dalam menahan laju abrasi,
-Fungsi biologis, antara lain sebagai tempat pemijahan ikan dan habitat biota,
-Fungsi kimia, yaitu sebagai tempat terjadinya dekomposisi,
-Fungsi ekonomi, yaitu menyedikan berbagai komoditas seperti kayu.



Ref: Arief, A. 2001. Hutan dan Kehutanan. Yogyakarta: Kanisius

You Might Also Like

0 comments