Skip to main content

Pulaunya kelulut

 
Tetrigona

Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona

Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh ke arah ujung berwarna putih. Kelulut ini cukup besar, mungkin lebih besar dari si gagak. Sayangnya saya tidak menemukan sarang si kelulut. Jenis lainnya berasal dari marga Lepidotrigona. Bagi saya, marga Lepidotrigona ini adalah kelompok kelulut yang paling cantik. Favorit lah! Warna tubuhnya yang hitam bercak kuning sungguh kombinasi yang indah. Sisik-sisik di bagian punggungnya membentuk perisai melingkar berwarna kuning. Adanya sisik-sisik inilah yang menjadi asala nama Lepidotrigona. Saya menjumpai jenis ini  bersarang hanya beberapa meter dari bibir pantai. Corongnya berwarna putih, tipis dan lembek.

Salah satu pantai cantik di Kayong Utara

Pulau Kalimantan, barangkali adalah surganya kelulut di Indonesia. Banyak jenis kelulut, dengan populasi sarang yang juga tinggi. Saya pikir tidak hanya kelulut, tetapi juga lebah lain. Sebelumnya, saat di Kubu Raya, cukup mudah menjumpai lebah kerdil (Apis andreniformis). Posisi geografisnya yang persis dilewati garis khatulistiwa, barangkali merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan pulau ini kaya akan lebah. Entahlah, yang penting mari kita cintai lebah. hehe


Comments

Popular posts from this blog

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat