Monday, January 12, 2015

Oleh-oleh dari Pulau Maratua (late post)

Entah mengapa akhir-akhir ini semangat posting jadi kendor, padahal ada banyak ide yang sudah memenuhi kepala. Awal Desember kemarin untuk kedua kalinya saya berangkat ke Pulau Maratua di Kalimantan Timur. Banyak hal yang ingin saya tulis, karena perjalanan ke pelosok-pelosok negeri itu selalu kaya akan pengalaman unik, lucu, konyol, namun pastinya sangat menyenangkan. Tapi nantilah, setelah mood mulai numbuh kembali. Yes, I'm extremely moody poor boy! hahaha.

Okelah sekarang saya cerita tentang sekilas perjalanan sajalah. Berikut ini sedikit oleh-oleh yang tercetak dalam gambar/ foto. Jangan coba-coba mengejek hasil jepretan saya. Kenapa? Foto-foto tersebut sangat berkesan buat saya, soalnya si kamera sekarang sudah wafat alias almarhum karena mandi di air. ( ToT)


 Kita mulai perjalanan menyusuri sungai dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Speed boatnya keren kan..mesinnya aja ada tiga biji. Tapi bukan itu yang kita tumpangi..eh.

Narsis boleh dong, bayangin aja hampir 5 jam di atas speed boat yang suaranya meraung-raung itu, siapapun juga lama-lama jenuh kalee..apalagi gak ada kamu, iya kamuu..eh.


Akhirnya merapat di dermaga Bohe Bukut. Bingung kan, kok bisa saya motret dari daratan, sementara speed boatnya belum merapat? Hahaha, ya memang aslinya kami sudah mendarat, dan itu speed boat sudah akan melanjutkan perjalanan ke kampung sebelah.

Selalu merasa pulang kampung. Jjiaahh lebay..baru dua kali ke sini kok bilang selalu.


Pagi hari yang cerah di Kampung Teluk Harapan (Bohe Bukut)
 

 Nah ini pemandangan di depan penginapan kami. Keren kan?


 Si kelomang kecil pun turut menikmati pagi di pantai Maratua.
 

Ini sebuah masjid di kampung Teluk Harapan, yang terus direnovasi hingga makin bagus. Lebaran tahun 2012 saya shalat Ied di masjid ini, dan mata saya berkaca-kaca karena teringat rumah.

No comments:

Post a Comment