Skip to main content

Mengapa karst perlu dilindungi?

Karst adalah fenomena geologis yang unik. Sebuah kawasan karst terbentuk pada lapisan batuan yang mudah terlarutkan, terutama pada batuan kapur/ karbonat. Ciri umum kawasan karst ditandai dengan fenomena eksokarstik, yaitu ciri-ciri yang teramati di permukaan, meliputi bukit atau kerucut karst, cekungan tertutup (dolina), polje, uvala, dan kenampakan mikrokarst (karren, lapies, dll). Di sisi lain, karst juga dicirikan dengan fenomena endokarstik berupa terbentuknya lorong-lorong gua dan sungai-sungai bawah tanah.

Kawasan karst menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai penting tinggi, dan mutlak untuk dilindungi dan dilestarikan. Hal itu harus kita sepakati bersama. Pemerintah RI pun telah menerbitkan dasar hukum yang kuat untuk perlindungan karst, melalui PP nomor 26 tahun 2008. Selanjutnya, kawasan-kawasan karst yang ada sebagian telah dikaji dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM, beberapa dalam proses pengusulan, dan yang lainnya belum menjalani proses penetapan. Ketika suatu kawasan telah ditetapkan, maka praktis tidak diperbolehkan adanya kegiatan eksploitasi seperti tambang di kawasan itu, seperti diatur dalam PP yang disebutkan di atas.

Nilai penting karst, sehingga harus dilindungi terletak pada beberapa aspek. Karst merupakan reservoir air, di mana fungsinya adalah sebagai tangkapan, imbuhan (recharge), dan tampungan air. Air bawah permukaan yang dialirkan pada sungai-sungai bawah tanah merupakan hasil dari proses peresapan air hujan melalui pori-pori dan celah batuan. Mengubah zona epikarst (zona bagian atas) akan serta merta merusak sistem hidrologi ini. Padahal air bawah tanah ini sangat vital bagi masyarakat yang tinggal di dalam maupun di sekitar kawasan karst.

Selain sumber daya air, karst juga kaya akan biota unik dan langka. Evolusi makhluk hidup terjadi sejalan dengan perkembangan kawasan karst. Banyak biota gua evolusioner yang buta, mengalami reduksi pigmen, dan memiliki locallity yang sangat terbatas, tercatat dari kawasan-kawasan karst di Indonesia. Bagi orang-orang yang peduli dengan ilmu pengetahuan, biota-biota semacam itu laksana harta karun yang nilainya tak terhingga. Kelelawar sebagai penghuni atap-atap gua juga dengan mudah menjelaskan nilai penting sebuah kawasan karst. Jutaan kelelawar yang hidup dan berkembangbiak di dalam gua merupakan agensia pengendali serangga. Ingat bahwa negeri kita memiliki jutaan hektar sawah dan lahan pertanian lainnya yang bisa porak poranda oleh ledakan populasi serangga hama. Karst telah menyediakan agen pengontrol populasi serangga yang gratis untuk kita!

Manusia yang tinggal di Nusantara telah memiliki hubungan yang erat dengan karst semenjak zaman prasejarah. Ini dibuktikan dengan temuan-temuan arkeologis seperti gambar cadas dan situs gua tempat tinggal manusia purba. Lagi-lagi, bagi ilmu pengetahuan, temuan-temuan seperti itu adalah harta karun yang akan membantu mengungkap asal usul manusia modern, termasuk menjadi sumber informasi untuk menguak jati diri bangsa kita.

Di luar nilai-nilai penting karst yang telah disebutkan, tentunya masih banyak manfaat lain karst untuk menunjang kehiduan manusia. Fakta bahwa negeri kita memiliki kawasan karst yang tersebar di semua pulau besar dan banyak pulau-pulau kecil, dengan variasi umur dan jenis batuan, variasi altitude dan variasi lainnya; akan menambah alasan logis bagi kita untuk melindungi dan melestarikan karst.

Comments

Popular posts from this blog

Pulaunya kelulut

Tetrigona
Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona
Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh k…

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat