Skip to main content

Jagongan Menoreh













Pegunungan Menoreh merupakan deretan bukit nan hijau yang menjadi batas alami dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Kulonprogo di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Purworejo di Provinsi Jawa Tengah. Kawasan ini menyimpan kekayaan alam yang perlu dilestarikan bersama-sama. Banyak individu maupun kelompok pegiat keanekaragaman hayati yang telah melakukan kajian mengenai kekayaan alam Menoreh, namun belum ada kompilasi data yang mampu memberikan informasi yang lengkap. Adanya informasi yang lengkap dirasa perlu untuk menjadi dasar dalam memberikan masukan kepada para pihak terkait dalam mengelola kawasan ini secara berkelanjutan.

Berangkat dari realita tersebut, tercetuslah ide sederhana untuk mengumpulkan para pegiat keanekaragaman hayati untuk duduk bersama, saling berinteraksi dan berbagi informasi. Dengan ada kegiatan bersama tersebut diharapkan akan menjadi momentum awal bagi para pegiat dan masyarakat lokal untuk bekerja sama, bahu membahu untuk terus menggali kekayaan alam Menoreh, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi konservasi kawasan.

Kekayaan burung (avifauna) menjadi tema utama dalam kegiatan yang bertajuk ‘ngEPISENTRUM, Jagongan Menoreh’ ini. Burung dipilih karena kelompok satwa ini merupakan salah satu yang paling familiar di kalangan masyarakat dan para pegiat keanekaragaman hayati. Banyak pengamat burung yang telah berkontribusi nyata dalam pendataan avifauna kawasan Menoreh. Di dalam kegiatan inilah kami bermaksud mengundang mereka untuk berbagi informasi dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang berkepentingan, demi kelestarian avifauna Menoreh.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 September 2014 di Dusun Sokomoyo, Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo. Kami mengundang segenap komunitas pegiat keanekaragaman hayati (pengamat burung, mapala, LSM), maupun perorangan, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Informasi tentang kegiatan ini akan terus diperbaharui.

Comments

Popular posts from this blog

Pulaunya kelulut

Tetrigona
Tahun kemarin saya ke Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagai orang yang sedang tergila-gila dengan lebah, maka yang sejak pertama sampai, saya langsung saja incang-inceng mengamati bunga-bunga dan pokok-pokok kayu yang berlubang, berharap menemukan lebah kelulut. Dan benar saja, cukup mudah menemukan lebah, baik lebah yang sedang harvesting di bebungaan, maupun lebah-lebah yang berdiam di sarangnya. Barangkali jenis kelulut gagak (Heterotrigona itama), yang paling sering dan paling mudah ketemu. Si gagak ini mudah dikenal dari tubuhnya yang berukuran relatif besar dan berwarna hitam legam. Kelulut kecil bersarang pada celah-celah bangunan, saya menduga Tetragonula fuscobalteata, ukurannya sungguh kecil. Barangkali kelulut paling kecil yang pernah saya jumpai.

 Lepidotrigona
Beberapa jenis kelulut di Pulau Borneo baru pertama kali saya jumpai, seperti kelulut hitam dari marga Tetrigona. Warna tubuhnya hitam, dengan sayap separuh hitam dan separuh k…

Desa di atas awan

Desa Tlogohendro berada di pegunungan Dieng, tepatnya di kecamatan Petungkriyono, kab Pekalongan. Untuk menuju desa ini bisa lewat rute kota Pekalongan- Doro- Petungkriyono. Jalan dari Doro ke Petungkriyono sudah relatif bagus. Medan jalannya berkelok-kelok diselingi tanjankan dan turunan cukup terjal. Salah satu yang iconik adalah panorama hutan yang menyambut saat memasuki kecamatan Petungkriyono, yaitu di Sokokembang. Dari ibukota kecamatan, desa Tlogohendro masih sekitar setengah jam perjalanan.


Tlogohendro dengan luas 1.450 ha ini berada di atas 1.000 mdpl, sehingga udaranya sejuk dan cenderung dingin pada malam hari. Komoditas paling menonjol dari desa ini adalah sayur-mayur seperti kentang, cabai, dan bawang daun (masyarakat desa menyebutnya selong). Di pinggir ladang-ladang sayur biasanya ditanami kopi arabika. Desa ini menjadi salah satu penghasil kopi penting di kabupaten Pekalongan.


Keunikan desa ini dibandingkan desa-desa lain adalah makanan pokoknya yang masih berupa na…

Sekilas tentang lebah tak bersengat